PENGRAJIN KOTA CIREBON KE SENTRA KERAJINAN

Ibarat pepatah mengatakan Seperti Katak Dalam Tempurung, yang berarti pula seperti hidup dalam kungkungan. Itulah yang terjadi bila kita tidak berusaha untuk membuka mata dan pikiran tentang keberhasilan yang dilakukan oranglain, tidak membuka dan menambah wawasan dan pengetahuan serta istilah yang bertendensi kekerdilan dan ketertutupan.

Untuk mengantisipasi agar istilah tersebut tidak melekat pada kehidupan para pengrajin kecil kita, sudah sewajarnya memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat dunia diluar kehidupan kesehariannya. Mereka mempunyai keterbatasan dana untuk melakukan perlawatan atau kunjungan ke tempat lain. Itulah sebabnya sangat diharapkan bagi Instansi Pembinan Usaha Kerajinan untuk membuat program dan kegiatan yang bertujuan untuk membawa para pengrajin kita melihat keberhasilan pada sentra-sentra kerajinan diluar Kota Cirebon.

Untuk menghindari salah penafsiran bagi pembuat kebijakan, sebaiknya program dan kegiatan menghindari kepada hal-hal yang berbau Jalan-Jalan. sangatberbeda jika dikemas dalam bentuk suatu study banding dengan memberi kewajiban peserta atau pengikut program untuk belajar membuat makalah dan laporan. Tempat yang dikunjungipun merupakan sentra-sentra kerajinan atau home-home industri yang bergerak dibidang produksi, baru bagian kecil lainnya ke outlet-outlet dan tempat-tempat penjualan. Dengan peta kunjungan semacam itu, akan meminimalisir sindiran study banding menjadi Jalan-Jalan.

Yang sangat harus diperhatikan adalah ketika meprensentasikan program dan kegiatan tersebut dengan maksud dan tujuan yang terarah, jelas dan rinci. Kalau tidak demikian maka apapun rencana study banding akan berakhir pada ketidak setujuan alias ditolak. Pada akhirnya, kita sebagai pembuat program harus benar-benar mampu membuktikan Input dan Output yang jelas serta dapat terukur. Ini bagian dari teknik negosiasi dan memerlukan pendekatan yang ekstra hati-hati. Karena memberikan kejelasan akan lebih sulit untuk diterima selama kita tidak mampu memberikan argumentasi yang kongkrit dan fakta yang akurat.

Sebaliknya bagi para pengrajin yang merupakan penerima manfaat Study Banding, harus lebih aktif membantu memberikan masukan dan penjelasan tentang keinginan mereka. Jika dukungan penuh dari pengrajinsaya yakin apapun yang disampaikan dalam bentuk usulan akan mendapat perhatian yang serius.

Untuk itulah ketika program dan kegiatan akan direncanakan harus terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan uji kelayakan bersama si penerima manfaat (pengrajin) dan dibuat dengan persepsi yang sama, selanjutnya ketika harus dipresentasikan kepada pembuat kebijakan kita telah benar - benar satu kesatuan dan satu keinginan.

Kembali kepada manfaat Study banding bagi para pengrajin kecil, diantaranya adalah sebagai berikut :

1.

Adanya kesatuan pemahaman tentang apa yang akan dilakukan.
2.

Adanya kebersamaan dalam mempertanggungjawabkan kegiatan.
3.

Adanya penambahan dan peningkatan wawasan dan pengetahuan.
4.

Adanya motivasi sebagai pendorong peningkatan usaha kerajinan.
5.

Adanya kepuasan dalam melakukan usaha kerajinan.

Demikian kira-kira yang dapat disampaikan, mohon maaf jika terdapat kekurangan dan kesalahan, BRAVO PENGRAJIN ETNIK KOTA CIREBON.





















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "PENGRAJIN KOTA CIREBON KE SENTRA KERAJINAN"

Poskan Komentar

Beri komentar pada blog ini